0

TEORI MOTIVASI

Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan dan memelihara perilaku manusia., dan merupakan suatu proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang kita inginkan. Seorang karyawan mungkin menjalankan pekerjaan yang dibebankan kepadanya dengan baik, mungkin pula tidak. Motivasi juga dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan, baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik). Maka dari itu hal tersebut merupakan salah satu tugas dari seorang pimpinan untuk bisa memberikan motivasi (dorongan kepada bawahannya agar bisa bekerja sesuai dengan arahan yang diberikan.

I. Teori Hierarki Kebutuhan (Maslow).

 Teori Kebutuhan dengan asumsi: semua orang sama, semua situasi sama, dan selalu ada "satu cara terbaik".Teori Hierarkhi Kebutuhan Maslow - Manusia Piramida
Abraham H. Maslow mendaftarkan 5 (lima) jenis kebutuhan manusia dari yang terendah hingga yang tertinggi:
1. Kebutuhan fisiologis
2. Kebutuhan akan rasa aman
3. Kebutuhan social
4. Kebutuhan status
5. Aktualisasi diri

Menarik pula untuk dicatat bahwa dengan makin banyaknya organisasi yang tumbuh Luthan,140-167). Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)
dan berkembang di masyarakat dan makin mendalamnya pemahaman tentang unsur manus ia dalam kehidupan organisasional, teori “klasik” Maslow semakin dipergunakan, bahkan dikatakan mengalami “koreksi”. Penyempurnaan atau “koreksi” tersebut terutama diarahkan pada konsep “hierarki kebutuhan “ yang dikemukakan oleh Maslow. Istilah “hierarki” dapat diartikan sebagai tingkatan. Atau secara analogi berarti anak tangga. Logikanya ialah bahwa menaiki suatu tangga berarti dimulai dengan anak tangga yang pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Jika konsep tersebut diaplikasikan pada pemuasan kebutuhan manusia, berarti seseorang tidak akan berusaha memuaskan kebutuhan tingkat kedua, dalam hal ini keamanan- sebelum kebutuhan tingkat pertama yaitu sandang, pangan, dan papan terpenuhi; yang ketiga tidak akan diusahakan pemuasan sebelum seseorang merasa aman, demikian pula seterusnya.
Berangkat dari kenyataan bahwa pemahaman tentang berbagai kebutuhan manusia makin mendalam penyempurnaan dan “koreksi” dirasakan bukan hanya tepat, akan tetapi juga memang diperlukan karena pengalaman menunjukkan bahwa usaha pemuasan berbagai kebutuhan manusia berlangsung secara simultan. Artinya, sambil memuaskan kebutuhan fisik, seseorang pada waktu yang bersamaan ingin menikmati rasa aman, merasa dihargai, memerlukan teman sertaberkembang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa lebih tepat apabila berbagai kebutuhan manusia digolongkan sebagai rangkaian dan bukan sebagai hierarki.
Dalam hubungan ini, perlu ditekankan bahwa :
a. Kebutuhan yang satu saat sudah terpenuhi sangat mungkin akan timbul lagi di waktu yang akan datang;
b. Pemuasaan berbagai kebutuhan tertentu, terutama kebutuhan fisik, bisa bergeser dari pendekatan kuantitatif menjadi pendekatan kualitatif dalam pemuasannya.
c. Berbagai kebutuhan tersebut tidak akan mencapai “titik jenuh” dalam arti tibanya suatu kondisi dalam mana seseorang tidak lagi dapat berbuat sesuatu dalam pemenuhan kebutuhan itu. Kendati pemikiran Maslow tentang teori kebutuhan ini tampak lebih bersifat teoritis, namun telah memberikan fundasi dan mengilhami bagi pengembangan teori-teori motivasi yang berorientasi pada kebutuhan.
Jadi teori kebutuhan ini dapat disimpulkan jika seorang pimpinan ingin memotivasi seseorang, menurut maslow, pimpinan perlu memahami sedang berada pada anak tangga manakah bawahan dan memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan itu atau kebutuhan dia atas tingkat itu.

II. Teori Keadilan


Teori motivasi ini didasarkan pada asumsi bahwa orang-orang dimotivasi oleh keinginan untuk diperlakukan secara adil dalam pekerjaan, individu bekerja untuk mendapat tukaran imbalan dari organisasi. Inti teori ini terletak pada pandangan bahwa manusia terdorong untuk menghilangkan kesenjangan antara usaha yang dibuat bagi kepentingan organisasi dengan imbalan yang diterima. Artinya, apabila seorang pegawai mempunyai persepsi bahwa imbalan yang diterimanya tidak memadai, dua kemungkinan dapat terjadi, yaitu :
1. Seorang akan berusaha memperoleh imbalan yang lebih besar, atau
2. Mengurangi intensitas usaha yang dibuat dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

Dalam menumbuhkan persepsi tertentu, seorang pegawai biasanya menggunakan empat hal sebagai pembanding, yaitu :
a. Harapannya tentang jumlah imbalan yang dianggapnya layak diterima berdasarkan kualifikasi pribadi, seperti pendidikan, keterampilan, sifat pekerjaan dan pengalamannya;
b. Imbalan yang diterima oleh orang lain dalam organisasi yang kualifikasi dan sifat pekerjaannnya relatif sama dengan yang bersangkutan sendiri;
c. Imbalan yang diterima oleh pegawai lain di organisasi lain di kawasan yang sama serta melakukan kegiatan sejenis;
d. Peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai jumlah dan jenis imbalan yang merupakan hak para pegawai.

Pemeliharaan hubungan dengan pegawai dalam kaitan ini berarti bahwa para pejabat dan petugas di bagian kepegawaian harus selalu waspada jangan sampai persepsi ketidakadilan timbul, apalagi meluas di kalangan para pegawai. Apabila sampai terjadi maka akan timbul berbagai dampak negatif bagi organisasi, seperti ketidakpuasan, tingkat kemangkiran yang tinggi, sering terjadinya kecelakaan dalam penyelesaian tugas, seringnya para pegawai berbuat kesalahan dalam melaksanakan pekerjaan masing-masing, pemogokan atau bahkan perpindahan pegawai ke organisasi lain.

sumber :

0

PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP KEHIDUPAN

I. Pengertian Komunikasi :

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media), atau gambaran mengenai siapa, mengatakan apa, melalui media apa, kepada siapa, dan apa efeknya.
II. Komunikasi dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Komunikasi media elekrtonik
2. Komunikasi media massa

 Media Elaktronik
Media Elektronik dapat di artikan sebagai Media yang dapat menyampaikan informasi baik dalam jarak yang jauh maupun dekat. Dengan media elektronik, komunikasi akan terasa lebih cepat dan mudah,
apalagi dengan perkembangan jaman seperti sekarang ini, contoh dari media elektronik adalah Laptop / notebook, Komputer, email, Faximile, Telepon genggam, Internet, Televisi, Radio, Telepon rumah, dan
lain-lain.

 < Media Massa
Media Massa adalah suatu istilah yang mulai dipergunakan pada tahun 1920an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan
sehari-hari, istilah ini sering disingkat menjadi media. Atau bisa di artikan juga media yang dapat menyampaikan informasi secara tertulis. Beberapa contoh Media Massa, seperti Surat Kabar(Koran), Tabloid,
Majalah, Pamflet, Brosur, novel, dan lain sebagainya.

III. Pengaruh komukasi terhadap diri sendiri, prestasi dll :

a) Pengaruh positif
Banyak pengaruh positif yang bisa kita dapatkan apabila kita dapat memanfaatkan penggunaan komunikasi dengan sebaik-baiknya, dengan komunikasi kita juga bisa menambah wawasan kita menjadi lebih luas. Contohnya dalam penggunaan media elektronik, kita dapat mencari hal-hal baru yang selama ini mungkin tidak kita ketahui, dapat
menambah ilmu pengetahuan,dapat memotivasi prestasi anak, dapat memotivasi pergaulan dan memperbanyak teman . Dan contoh penggunaan dalam media massa, yaitu dapat mencari lowongan pekerjaan, menyebarkan
informasi tentang penjualan maupun pembelian barang, mencari tugas, dan lain sebagainya
b) Pengaruh negatif
Banyak pengaruh negatif yang kita dapatkan apabila kita tidak dapat memanfaatkan penggunaan komunikasi dengan sebaik-baiknya, apalagi buat yang belum dewasa, internet baanyak sekali dampak negarif, tetapi
banyak juga dampak positifnya, tergantung diri kita bagaimana memanfaatkan teknologi seperti sekarang ini, Contohnya dalam penggunaan Media Elektronik, jika kita tidak dapat menggunakan sebaik-baiknya maka akan terjerumus ke dalam hal – hal yang tidak diinginkan, jika hal negatif itu terjadi maka akan mengurangi tingkat
prestasi anak, dapat mengurangi pergaulan dalam lingkungan keluarga dan lingkungan luar.Dan contoh pengaruh dalam penggunaan Media Massa, seperti membuat kehidupan anak menjadi tertekan apabila melihat kekerasan, melihat majalah yang mengandung unsur pornografi, dan lain sebagainya.

IV. Dampak Komunikasi
Di lihat dari isi fortofolio yang saya buat diatas, dapat disimpulkan bahwa banyak pengaruh baik dan buruk dalam berkomunikasi. Baik dalam penggunaan Media Elektronik maupun Media Massa terutama dalam pertumbuhan prestasi anak dan prestasi. Apabila dalam penggunaannya banyak mengandung unsur negatif, maka akan semakin mengurangi pertumbuhan prestasi anak. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk agar komunikasi dapat berjalan dengan baik, yaitu dengan menjaga komunikasi dengan sebaik-baiknya, kita sebagai generasi penerus harus bisa
memanfaatkan komunikasi&perkembangan teknologi di jaman globalisasi seperti sekarang ini.